Indonesia | English  
 
Links ›
Search  
 
 
Agenda Reformasi Anti Korupsi di Indonesia: Beberapa Catatan
 
Pemimpin-pemimpin pemerintah pasca Soeharto, mau tidak mau, diwarisi oleh semangat reformasi untuk mengoreksi situasi korup rezim terdahulu. Namun yang menakutkan dalam dua tahun terkahir ini, masalah korupsi di masa lalu belum juga ada tanda-tanda akan diselesaikan, sementara kasus-kasus korupsi baru mulai bermunculan ke permukaan. Sekiranya keadaan ini terus berianjut, bukan mustahil korupsi akan semakin subur dengan tingkat imu1nitas yang dapat membuat masyarakat frustasi dan menerima realitas itu sebagai suatu ketidakberdayaan sosial.

Mengapa ini bisa terjadi? Barangkali akamya karena tidak ada komitmen dan kepemimpinan yang kuat untuk mengatasi korupsi dari ketiga pilar penyelenggara negara, yakni pengambil kebijakan, politisi dan penegak hukum.

Kesalahan vital dari pemerintah Gus Dur dalam pemberantasan korupsi yaitu tidak ada kemauan politik untuk memutus hubungan dengan masa lalu secara tegas, bahkan masih mempertahankan elite-elite lama di daiam pemerintahannya, sehingga karena itu ia menghadapi kesulitan-kesulitan dalam menyelesaiakan kasus-kasus korupsi di masa lalu dan menutup peluang-peluang lahirnya kasus-kasus korupsi baru. Barangkali Gus Dur agak ragu-ragu untuk "menghabisi" kekuatan lama karena masih percaya dengan mitos bahwa mereka masih memiliki mesin politik yang sewaktu-waktu dapat mengancam kekuasannya. Padahal untuk mengatasi korupsi di tanah air yang sudah berurat akar, diperlukan ada satu rezim baru yang bersih dan tidak memiliki konflik kepentingan untuk melanggengkan status quo.
Back | Download
   

Working Paper
Making Decentralization Works: Reaping the Reward and Managing the Risk

The purpose of this paper is to identify the nature of these concerns and to find mechanisms that the donor community could employ to respond creatively to the challenges that are likely to emerge in this domain.

 
Indonesia in the Midst of Global Financial Crisis: Implications and Policy Response ›
The Policy Dimensions of BRR's Exit From Aceh-Nias ›
The Asian Century: Perspectives and Challenges ›
The Political Economy of Corruption and Economic Growth: Its Relevance to the Asia and Pacific Region ›
Indonesia's Unemployment Question: Promise and Policy ›
Corruption, Economic Growth and Anti Corruption Policy: Lessons for Indonesia ›
The Policy Dimensions of Inequality in Indonesia ›
Growth and Resources in Aceh: Challenges in the Future ›
Aceh Inequality ›
Poverty in Indonesia ›
 
 

Home | Sitemap
Copyrights©2008. Strategic Asia. All Rights Reserved
Strategic Asia Indonesia
Plaza Bumidaya 28th floor, Jl. Imam Bonjol No. 61, Jakarta 10310
Tel. +62 21 3151797, Fax. +62 21 3155712